Kuliah Tauhid Ustad Yusuf Mansur - KUN FAYAKUN

Pembaca setia blog perjalanan doa, pada kesempatan ini kita posting ceramah Ustad Yusuf Mansur dengan tema Kuliah Wisata Hati - Bagian Tauhid mengenal Kunfayakunnya Allah SWT. Mari kita simak:

 

Assalamu'alaikum Warahmatullah wabarakatuh,  Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammadin wa ali Wasohbihi Ajma'in, walhamdulillahi rabbil alamin

Pak kalau bapak sakit ke mana? bapak melangkah ke dokter, sampailah ke dokter, eh dokter kagak taunya malah nanya sama kita, apa pertanyaan untuk kita? sakitnya apa? Berarti kita datang ke tempat yang salah dong, buktinya dokternya malah nanya sakitnya apa. Itu buktinya dia masih nanya!

Terus kalau kita punya motor, mobil, rusak ke mana kita pergi? tidak lain kita datang bengkel, sampai bengkel, bengkel juga malah nanya ama kita apa pertanyaan tuh bengkel? motornya yang rusak apanya? setelah kita cerita baru dia bekerja.

Terus pertanyaan ketiga kalau kita laper apa yang kita cari? Makanan! kalau kita haus? Minuman. Terakhir nih pertanyaan  yang ke 5, kalau ditelepon orang ngomong motor bannya kempes, kempes kemana kita perginya? tidak lain ke tukang tambal ban, begitu kenalnya kita dengan tukang tambal ban, begitu kita punya masalah yang ada kaitanya dengan dia langsung connect.

Apa tuh artinya buat kita? ini pertanyaan tauhid sekali, berarti kalau kita punya masalah, kita punya keinginan, kita gak datang dari awal untuk menghadap kepada Allah. Itu tandanya kita tidak mengenal Allah, sebaik kita mengenal dokter ketika kita sakit, kita tidak mengenal Allah sebaik kita mengenal bengkel untuk motor-mobil kita yang rusak, kita tidak mengenal Allah, sebaik kita mengenal makanan, ketika kita lapar, minuman ketika kita haus dan bahkan konyol kita tidak mengenal Allah sebaik kita mengenal tukang tambal ban, ketika ban motor kita yang kempes.

Padahal kalau kita datang kepada Allah, Allah kagak perlu nanya kita kenapa, Karena dia sudah maha tahu, kenapa dokter masih perlu bertanya, kenapa bengkel masih perlu bertanya, karena mereka menganggap kita yang punya badan, mereka menganggap kita yang punya motor, sehingga kita yang lebih tahu tentang penyakit badan kita, tentang penyakit kendaraan kita, tapi Allah mah nggak perlu nanya, Karena dia sudah maha tahu Siapa yang sedang punya kesulitan, Siapa yang sedang punya masalah.

Kita belajar dari kisah seorang sahabat, seorang kawan yang namanya MALIK, kita belajar dari dia, dia berusaha menyelesaikan dia punya masalah, selama 3 tahun lamanya dia berusaha menyelesaikan dia punya masalah, nggak kelar-kelar tapi begitu dia datang kepada Allah, Subhanallah! Kun Fayakunya Allah berlaku:
"INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN ANYAQULA LAHU KUN FAYAKUN” kalau Allah berkehendak maka akan terjadi.

Ada seorang kawan sebut saja begitu namanya Malik, Malik ini sudah 3 tahun dia punya masalah yang nggak selesai-selesai, apa masalahnya:
1.    PUNYA HUTANG
2.    MASALAH DENGAN ISTRINYA
3.    MASALAH DENGAN ANAKNYA

di Tahun ke-3 bermasalah, Dia memutuskan untuk bunuh diri, jadi ketika dia udah nggak ketemu Jalan Penyelesaian masalahnya, Subhanallah dia kemudian memutuskan untuk bunuh diri, boleh dibilang ketika dia datang sama Allah, adalah sudah jalang penghabisan, habis udah nggak ada lagi jalan.

Sebagian bertanya, Emang apa sih masalah yang sudah membuat Malik ini mau bunuh diri, tadi tiga Masalah tersebut sebenarnya sederhana, tapi kalau kita tidak tahu kemana kita nyari pertolongan, kalau kita tidak tahu kemana kita nyandarin diri kita, emang begitu nasibnya, masalah kecil bisa menjadi bahaya.

Jadi rupanya di tahun ketiga ketika Si Malik punya masalah semuanya dicoba, mempunyai masalah di tahun ketiga ini, pada suatu hari waktu itu di hari Minggu ada rentenir datang ke dia punya rumah, itu rentenir ngomong begini sama si Malik, Malik kalau elu nggak bisa nyiapin duit 15 juta, besok Senin jam 10.00, Pilihannya cuman dua:

1.    LU KOSONGIN DIRUMAH
2.   KALAU LO ENGGAK NGOSONGIN NIH RUMAH GW YANG BAKAL KOSONGIN INI RUMAH

Sebenernya nih iya bukan juga masalah enteng sih, Tapi kalau urusan lagi pada terang, 15 juta barangkali masih bisa nyari kanan kiri bisa, tapi Malik Udah dulu ya cari pinjaman kanan ke kiri mentok, depan mentok, belakang mentok, putus asa.

Tidak lama setelah tamu rentenir ini pergi, datanglah tamu yang kedua, siapakah tamu kedua ini? Tamu kedua ini adalah istrinya si Malik. Tapi tamu yang pertama si rentenir ini sudah membuat si Malik ini down, terlihat digaya badannya yang membungkuk, tambah lagi kedatangan istrinya yaitu tamu yang kedua ini.

Istrinya Malik ini tiba-tiba datang ke rumahnya, mereka sudah 2 tahun Pisah Ranjang, tampa masuk rumah dulu istrinya Malik ini langsung bicara “BANG KALAU SAMPAI BESOK ABANG BELUM JUGA TANDA TANGAN SURAT CERAI SAYA, KAYAKNYA BESOK BAKALAN ADA YANG DATANG JEMPUT ABANG”
Malik sudah mau dipaksa “JADI BESOK JAM 12.00 SAYA TUNGGU ABABG SUDAH DI PENGADILAN AGAMA”

Jadi begitu kira-kira jam 12.00 Besok si Malik ini ditunggu di pengadilan agama, mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa tiba-tiba suruh datang ke pengadilan agama untuk tanda tangan surat cerai, apa sebab?
Jadi begini karena si Malik ini selingkuh, Jadi waktu dulu Malik Jaya, waktu Malik banyak duitnya, Malik punya hobi judi, sama minum, ketika dia bermasalah ketika usahanya bangkrut, kerjaannya ancur-ancuran, hobinya berubah jadi pelarian ke minum-minuman, tahun kedua dia minum dia mabok dia judi, kemudian terjadi peristiwa perselingkuhan padahal Malik mudah bilang nih sama istrinya.
Semalam Bapak kan selingkuh tidak sengaja, nggak ada niat mau selingkuh, tidak sengaja kagak ada buktinya mah kata Malik. Tidak sengaja selingkuh tapi jadi rupanya, begitu dia mabuk pulang ke tempat perempuan yang bukan muhrimnya, sama-sama mabok, lelaki perempuan sama-sama mabok satu rumah, satu kamar. Kejadian!

Cuman begitu, besok paginya si perempuan bilang begini sama si Malik, situ udah pada gede kita semalem kagak sengaja, ya udah kalau mau pulang! anggap aja peristiwa nggak terjadi apa-apa semalam.

Ternyata 4 bulan kemudian diralat di sama ini perempuan, apa katanya ini perempuan “WADUH TERNYATA KAGAK SENGAJA BISA JADI JUGA” kurang lebihnya spt itu kita-kira

Bapak ibu yang dirahmati oleh Allah, Siapapun perempuan, siapapun seorang ibu, siapapun Seorang Istri Kalau urusan sama suami, urusan ekonomi banyak yang kuat, lebih banyak yang kuat, kalo udah urusan ekonomi mah, Soalnya banyak yang kuat, tapi kalo udah urusan perasaan, eh Emang rada-rada iya kan.

Kalau suami nggak punya beras di rumah, si istri dicolek, suami ngomong, suruh sama mertua bilang pinjem dulu dah, maju tuh istri!

Suami ngomong, mah kemana ya kuat minjem duit buat modal? Jalan tuh istri, pasti istri maju jalan buang sang suami nyariin modal.

Didepan ada yang ngetok pintu, si istri tahu bahwa yang ngetuk pintu pasti yang nagih utang, suaminya ngomong bilangin gih papa lagi tidak ada, pasti si istri masih mau tuh berbohong buat belain suaminya. Tapi kalo udah urusan perasaan, Kagak dah, jadi begitu ketahuan, apa kata bininya? Langsung cerain saya bang!

Siang itu dia datang, hari Minggu dia ngomong: BANG BESOK JAM 12.00 SAYA TUNGGU DI PENGADILAN AGAMA. Ba’da asarnya anaknya Malik yang kecil datang pulang dari main bola,inih Malik punya dua anak, anak pak yang pertama namanya Rifki, Rifki ini ikut sama dia. yang kedua yang kecil ikut istrinya.

pulang main bola nih, inih naka ngomong sama papahnya sama malik, Kata anaknya besoknya udah nggak bisa sekolah, kenapa ya? Bapak lupa bayar sekolah udah hampir 7 bulan nih belum bayar. Seorang ayah kalau nggak bisa ngasih jajan anak, seorang bapak kalau udah gak bisa bayarin anaknya, nyesek tuh.

Betul, kita nih anak lain pada jajan, terus anak kita datang ke kita minta duit, terus kita lagi nggak ada duit, pasti perasaan kita nggak keruan. Itulah hati seorang ayah, begitu juga dengan ini si Malik, begitu dia mendengan anaknya tidak bisa sekolah, langsung dadanya terasa sesak dia.


sehingga ba’da Isya malemnya tuh malam Senin Dia memutuskan say goodby dah sama Dunia, dia mau bunuh diri, tapi Subhanallah. Supanya ini Malik masih agak bener, masih ingat salat gitu, Jadi begitu dia mau bunuh diri, inngat dia belum sholat, udah lama banget saya tidak sholat, ini yang terakhir lah sebelum bunuh diri, mau sholat dulu!

Secara tidak sengaja, Nanti lewat kisah ini ternyata Malik melakukan 6 hal, Malik melakukan 6 langkah yang diperintahkan sama Rasulullah SAW, ketika kita memang bermasalah, kalau 6 langkah ini kita jalankan, itu cara sempurna Insya Allah nggak ada masalah, yang nggak selesai,
yang pertama: Kata Rasulullah kalau hati sedang gundah gulana, sedang dirundung masalah, berwudhulah kalian, kata Rasulullah.

Namanya orang mau sholat, ya mesti wudhu dulu, jadi begitu mau bunuh diri ini si Malik inget belum holat Isya, sholat dulu deh, dia Wudhu, nah begitu wudhu kan yang dibasuh muka, tapi kenapa yang adem hati.
Perjalanan Doa - Alhamdulillah kita bisa melanjutkan postingan kita dengan tema: Kuliah Tauhid - Untuk mengenal Kun Fayakunnya Allah bersama ustad Yusuf Mansur. Mari kita baca bersama dengan seksama.

Ini lihat kita sering salah langkah sebagai manusia, seharusnya kan Allah, Ikhtiar, Allah. Iya kan..? Doa, Ikhtiar, Doa. Sabar, Ikhtiar, Sabar. Tawakkal, Ikhtiar, Tawwakal. Pokoknya Allah, Ikhtiar, Allah. Kita kan enggak! kebanyakan dari kita langsung ikhtiar, baru kalau mentok baruh ke Allah, salah tidak kalau kita usaha sudah mentok baru ke Allah..? memang tidak salah daripada kita stress nyempungin diri kita. heheh



Tapi kemana saja..? kalau usaha kita mentok baru mendatangi Allah, kalau kita mendatangi Allah dulu insyaAllah tidak bakalan mentok! kira-kira begitu prinsipnya. Nah si Malik ini mengambil Wudhu, pas dia melakukan wudhu ini dia merasakan dalam hatinya adem banget, dan merasa tenang sekali, dia bicara dalam hatinya "Ya Salaam saya belum pernah merasakan ketenangan seperti ini", "Alhamdulillah kok sekarang rasanya hati ini adem dan tenang"

Nah kemudian kata Rasulallah sehabis Falyatawaddo "Sehabis mengambil air wudhu", Shalli rok'ataini "Melaksanakan shalat 2 rokaat", nah dalam kontek ini sebenarnya Shalat Hajat. nah simalik ini kemudian shalat dia tapi bukan sholat 2 rokaat melainkan shalat Isya, karena sebelumnya dia berniat sebelum berniat bunuh diri merasa belum melaksanakan shalat.

Sehabis shalat isya malik ini tengok kiri-kanan ada Al-Qur'an, lalu diraihlah untuk dibacanya, iseng dalam fikiran si Malik ini, terakhir juga mungkin ini sebelum dia melakukan niat bunuh diri. Shalat sudah, tinggal mengaji dah, ketika dia baca Qur'an rupanya Allah sendang berkehendak kepada si Malik ini, Allah sedang ini berkomunikasi sama Malik, pas dibuka dia punya Qur'an ayat yang pertama dia lihat Surah Al-Imran ayat 26-27:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)". 

Hitam kata Allah, hitam yang terjadi, putih kata Allah putih yang terjadi, seolah-olah Allah bilang lewat ayat ini "Lik kata siapa rumah ini akan disita..? kalau akau yang maha mengamanahkan, masih mau mengamanahkannya kepadamu" "Maka ini rumah akan tetap menjadi milikmu", "Lik kata siapa kamu punya bini akan cerai besok..? Kalau aku yang maha mempersatukan 2 hati akan tetap dalam 1 keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah" maka itulah yang akan terjadi.

"Masalah itu bukan kata orang, tetapi kata diriku" kata Allah. Kalau aku bilang bermasalah, maka kalian akan bermasalah!. kata siapa juga itu anakmu tidak bisa sekolah..? urusan sekolah bukan urusan duit, tapi urusan sekolah bagaimana Aku "Allah" mengijikan atau tidak. Bukan ditangan manusia "kata Allah" tapi ditanganKU

Tapi Malik tidak percaya "Ya Allah waktu tinggal 1 hari, besok harus ada uang 15 juta" dari mana jalannya, sedangkan kaki rasanya sudah terikat didalam kamar, sudah tidak bisa keluar sudah malu dia sama tetangga, terus istri sudah 2 tahun ditahan tidak dia ceraikan, tapi rasanya besok putusan sidang dipengadilan agama, rasanya sudah tidak mungkin.

Semua keluarga istrinya pasti bakalan nuntut dia untuk menceraikan istrinya, pasti tidak ada pilihan lain selain dia melepas istrinya. Kira-kira dia mau ngomong tidak mungkin ini semua bisa lepas dari saya, memang pada saat kondisi pada saat seperti itu, kalau kita bertanya sama otak pasti tidak mungkin. Tetapi kalau kita bertanya kepada Allah, apa yang tidak mungkin buat Allah!. Ketka Allah sudah bilang Kun-Fayakuun.
Print Friendly and PDF

0 Response to "Kuliah Tauhid Ustad Yusuf Mansur - KUN FAYAKUN"

Posting Komentar